Trip ke Solo – Jogja (day-2)

Sabtu, 25 Januari 2020.

Awali hari dengan sarapan biar gak oleng. Sarapan di Amaris Slamet Riyadi cukup enak. Ada 3 counter untuk jenis makanannya, mulai dari main course, appetizer dan dessert. Untuk rasanya juga enak, sangat sepadan dengan rate per malam yang Kami dapat. Setelah selesai sarapan, Kami berenam balik ke kamar untuk mandi. Saya dan Sara akan ke Stasiun Balapan untuk lanjut liburan ke Jogja. Panji dan Indri Juga akan ke stasiun nanti sore untuk balik ke Jakarta, Priono dan Lulu mau jalan-jalan di Solo, karena mereka akan stay 1 hari lagi.

Waktu menunjukkan pukul 12 siang, waktunya Kami cek out. Kami berkumpul di lobby hotel sambil perpisahan. Panji, Indri, Priono dan Lulu memesan taksi online untuk pergi jalan-jalan, Saya dan Sara berencana naik becak yang mangkal di depan hotel untuk pergi ke stasiun Balapan. Taksi mereka pun tiba, dan Kami pun berpisah menuju tujuan masing-masing.

Saya dan Sara langsung menuju keluar hotel dan langsung mendapati tukang becak yang sudah stand by mangkal. Kami cek kalau jarak dari hotel ke stasiun sekitar 3 kilometer. Saat saya tanya ke abang becak, dia bilang biasa dia mengantar ke stasiun. Tanpa pikir panjang dan sedikit nego harga Kami langsung menuju stasiun Balapan.

 

Hint : Walaupun ongkos becak lebih mahal daripada taksi online, tapi harus dicoba juga. experience dan pemasukan abang becak juga mesti jadi pertimbangan.

Becak : 30 ribu (Amaris Slamet Riyadi – Stasiun Balapan).

Ini emang pas banget sih, naik becak menuju stasiun dengan pemandangan kota Solo yang indah dan tertib. Saya gak tau abang becak ini keberatan apa enggak, karena Kami bawa koper juga, tapi kayanya dia udah lihai dan biasa. Sepanjang perjalanan ternyata banyak tempat makan khas Solo yang ramai pengunjung. Di sisi kiri dan kanan bertebaran warung makan dengan aroma sampai ke jalan raya, membuat perjalanan Kami maunya berhenti aja, tapi becak terus melaju. Kami memang kebetulan belum makan siang, kepikiran sih buat minta abang becak stop sebentar agar Kami bisa makan dahulu.

Kami tanya ke abang becak, kira-kira berapa jauh lagi ke stasiun, dia menjawab hanya 300 meter. Saya pun akhirnya minta stop di warung tahu kupat yang Kami lihat ramai pengunjung. Nantinya Kami mau makan dan lanjut le stasiun dengan berjalan kaki. Becak pun menepi ke tempat makan yang ingin Kami singgahi. Kami membayar sesuai harga lalu masuk ke dalam rumah makan.

Rumah makan ini menyediakan hidangan utama, yaitu tahu kupat. Letaknya di Ketelan, Solo, arah stasiun Balapan, tepat di perempatan lampu merah Jalan Gajah Mada. Sebenarnya, di sederetan jalan ini, banyak tempat makan yang unik, tapi Kami memilih untuk makan siang di kupat tahu ini. Kami masuk lalu langsung duduk di kursi yang kosong. Kami memesa kuoat tahu 2 porsi. Yang bikin ngiler adalah, kita bisa melihat tahunya digoreng dan dhidangkan selagi panas. Lalu telur dadarnya juga masih panas. Rasanya lezat, tidak begitu manis, tetapi gurihnya terasa. Akhirnya Kami bisa menikmati hidangan khas Solo sebelum menuju Jogja. Selesai makan, Kami langsung berjalan kaki menuju stasiun Balapan dengan berjalan kaki.

Hint : Tempat makan tahu kupat disini cukup nikmat dan murah, letaknya dekat dengan stasiun, cocok untuk berhenti makan selagi menuju stasiun.

Tahu Kupat : Rp. 15,000. / porsi.

Sampai di stasiun Balapan jam 2 siang, Kami langsung memasuki gedung stasiun. Kami lihat papan pengumuman bahwa ada beberapa alternatif kereta untuk ke Jogja. Pertama ada kereta Prameks, ini kayanya idaman semua umat deh, bayangin aja, ke Jogja naik kereta ini hanya membayat tiket sebesar 8 ribu rupiah per orang dengan durasi 1 jam. Karena murah, makanya orang rela antri untuk mendapatakan tiket. Antriannya pun panjang, loket hanya dibuka satu jam sekali, itupun melayani kereta untuk jam berikutnya. Kedua, ini kereta yang Saya pilih, namanya Maliobror Ekspres. Harganya memang beda jauh dibanding Prameks, yaitu 45 ribu rupiah untuk kelas ekonomi dan 55 ribu rupiah untuk kelas eksekutif. Saya pilih yang eksekutif karena selisih hanya 10 ribu. Saya memang tidak book dahulu alias go show karena kereta ke Jogja ada tiap jamnya. Apabila gak dapet tiket pun, masih ada bus untuk ke jogja.

Hint : Kalo mau dapet tiket Prameks, harus 2 jam sebelum keberangkatan agar kebagian.

Solo – Jogja : Rp. 55,000. /orang ( Malioboro Ekspres ), berangkat setiap 1 jam sekali.

Kami naik kereta jam 3 sore. Suasana di dalam gerbong seperti halnya gerbong eksekutif lainnya. Tapi yang cukup bikin lucu adalah durasi yang hanya 1 jam, dan itu pun beda provinsi. Kereta ini akan tiba di stasiun Yogyakarta pada jam 4 sore. Disana, sudah menunggu sepupu saya yaitu A Yophy dan istrinya Ka Rahma. Mereka sudah tiba di stasiun Yogyakarta jam 3 sore, satu jam lebih awal. Perjalanan ini cukup menarik karena Saya akan melanjutkan perjalanan di provinsi yang berbeda dengan rombongan yang berbeda.

Kereta tepat waktu tiba di stasiun Yogyakarta. Kami langsung bergegas keluar stasiun untuk menemui A Yophy dan Ka Rahma. Mereka menunggu di pintu keluar stasiun dekat mini market Alfa Ekspres. Kami pun bertemu, tapi masiih ada satu lagi yang Kami tunggu, yaitu mobil sewaan Kami. Ya, Kami menyewa mobil Avanza untuk keperluan Kami selama di Jogja. Pemberian mobil dilakukan di stasiun agar Kami tidak repot membawa barang ke hotel. Mobil pun tiba dan Kami langsung cek in menuju hotel.

Hint : Penerimaan mobillebih baik di stasiun saja agar tidak repot membawa barang ke hotel. Nanti setelah mau pulang, ketemuan lagi di stasiun untuk pengembaliannya.

Sewa Mobil : Rp. 600,000. (sewa dari 25 Januari 2020 jam 4 sore sampai 26 Januari jam 4 sore).

Kunci sudah di tangan, barang sudah dimasukkan ke mobil, Kami langsung menuju ke hotel. Penginapan yang Kami pilih adalah Grand Serela Hotel di jalan raya Magelang, Sleman. Walaupun masuk jalan raya Magelang, tapi hotel ini hanya berjarak 3 kilometer dar stasiun Yogyakarta. Hotel ini sangat bagus menurut Kami. Lokasinya di pinggir jalan, parkiran luas, gedung yang lux, serta amenities di dalam kamar yang lengkap.

Selesai cek in dan menata barang-barang, Kami istirahat dan mandi agar fresh. Sehabis magrib Kami menuju ke lokasi wisata dekat hotel yaitu Taman Pelangi. Taman ini sangat ketara dari pinggir jalan, Taman yang sangat luas dihiasi ornamen lampu warna-warni membuat malam jadi meriah. Kayaknya pas kalau mengajak anak-anak untuk main ke taman ini.

Kami gak lama-lama disini, karena kayanya ini cocok buat anak-anak. Kami langsung browsing mencari tempat nongkrong yang asik di malam hari. Saya menemukan tempat yang kayanya seru nih, namanya Manglung Cafe, jaraknya 25 kilometer dari kota Jogja. Gak apa-apa lah, namanya jalan-jalan, mobil juga sudah ada, tinggal berangkat. Kami belum pernah ke Manglung Cafe, Kami hanya menggunakan google maps menuju kesana.Ternyata Kami mengarah ke dataran tinggi, dan memang sepertinya kafe ini akan berada di ketinggian dengan view kota Joga, dan Saya baru sadar karena memang ini daerah ini dinamakan bukit bintang. Kami tiba di Manglung Kafe yang ternyata searah ke Goa Pindul, dan ini masuk ke daerah Gunung Kidul. Seperti yang Kami harapkan, Kafe ini berada di ketinggian, jadi kita bisa melihat lampu-lampu yang menyerupai kerlipan bintang di malam hari. Kami memesan makanan dan menikmati kota Jogja dari ketinggian.

Hint : Untuk daerah Gunung Kidul cukup jauh dari kota, jadi penyesuaian acara harus diperhatikan.

Taman Pelangi : Rp. 20,000./orang

Manglung Cafe : Rp. 305,000./ Dinner for 4 pax.

Perut kenyang, saatnya kembali ke kota. Sekarang masih jam 10 malam, Kami berencana pulang ke hotel jam 12 pagi, jadi masih ada waktu 2 jam untuk menikmatik Jogja. Kami memustuskan pergi le Alum-alun Selatan Jogja, banyak permainan disana. Perjalanan ke Alun-alun selatan hanya setengah jam dengan menggunakan bantuan maps. Sampai di Alun-alun, Kami langsung menaiki sepeda mobil warna-warni. Walapun sudah gede gini, ya gak apa-apa dong buat lucu-lucuan aja naik mobil gowes ini, haha. Capek juga ternyata satu putaran saja, Kami langsung coba tes kemampuan Kami melewati jalan diantara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Kami semua failed, wkwkwk. Ada lagi permainan enggrang dan permainan daerah lainnya di Alun-alun ini, puas deh pokoknya. Oh ya, jangan lupa ya menikmati kopi jozz yang jadi minuman unik disini. Ga terasa udah jam 12 pagi, saatnya Kami kembali ke hotel untuk istirahat karena besok akan dilanjutkan perjalanan pagi-pagi.

Hint : Alun-alun Selatan ini emang cocok banget buat ngabisin malem, cocok buat keluarga, banyak permainan dan atraksi.

Sepeda Mobil : Rp. 50,000. (2 putaran). 

See you on the next day.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *