Touring Perdana Setelah Pandemi

Sudah hampir 3 bulan Saya hanya di rumah saja. Sedangkan biasanya, Saya selalu jalan-jalan tiap weekend. Tetapi, akhirnya di akhir bukan Juni, PSBB dilonggarkan, Saya bisa liburan lagi, seneng rasanya. Saya dan para sepupu merencanakan untuk pergi ke daerah Puncak Bogor. Tapi kalo ini spesial, Kami pergi menaiki sepeda motor alias touring. berikut cerita perjalanan Kami, selamat membaca.

Sabtu, 27 Juni 2020.

Kami pergi ke Puncak menggunakan 6 motor, total ada 12 orang. Saya dan sepupu-sepupu sangat excited sekali. Karena ada dari beberapa dari Kami yang rumahnya agak jauh, Kami memutuskan untuk menentukan titik kumpul di daerah Gaplek Pondok cabe. Rute yang kami pilih adalah jalan raya Parung. Jadi, berkumpul di Gaplek sepertinya ide yang pas.

Jam 7.30 pagi, semua sudah terkumpul. Saatnya Kami memulai perjalanan ini. Pemberhentian pertama Kami adalah Jalan Raya Pajajaran Bogor. Kami akan singgah di salah satu rumah saudara. Jalan-jalan sambil silaturahmi gak ada salahnya kan. Apabila bepergian menggunakan sepeda motor, Saya lebih memilih untuk jalan santai, gak usah kebut-kebutan. Enaknya lagi, Kita bisa singgah dimana aja kalo lagi capek. Memang, sampainya akan lebih lama, tapi kan yang penting perjalanannya menyenangkan, ya gak?

Hint : Ada dua jalur yang populer dari Jakarta ke Bogor, yaitu Jalan Raya Parung dan Jalan Raya Cibinong.

Kami melanjutkan perjalanan, dari Parung, Kami tiba di jalan Ciawi. Biasanya, Kami melalui jalan Bogor Kota sampai Tajur lalu gadog. tapi kali ini Kami melewati jalur yang baru dan pertama kali bagi Saya. Jalurnya adalah jalan Katulampa.

Dari Warung Jambu, Kami belok kiri ke jalan arah bendungan Katulampa. Baru pertama kali Saya melihat aliran sungai ini, ternyata inilah air yang ujungnnya melewati rumah Saya di Jakarta. Jalurnya cukup santai, melawati pemukiman warga. Tapi Kalian harus hati-hati, karena banyak tanjakan yang cukup terjal. beberapa bulan lalu juga banyak kecelakan disini dan beberapa kali ada tanggul jebol.

Kira-kira satu jam, Kami sudah sampai di Gadog ke arah puncak. Posisinya da di seberang Tol, jadi Kita tidak perlu melewati lampu merah yang kadang ditutup saat satu arah berlaku. Lagipula, dengan menggunakan sepeda motor, walaupun ada sistem satu arah, Kita tetap bisa melewati jalan raya Puncak. Dari awal Kami memutuskan naik motor salah satunya untuk menghindari penumpukkan kendaran di daerah Puncak.

Hint : Jalur ini bisa memangkas waktu, karena tidak perlu melewati jalur Bogor Kota yang padat.

Kami tiba di Cisarua pas saat makan siang, jadi Kami memutuskan untuk makan siang di sekitar sini aja. Ada satu tempat makan nasi rames di seberang hotel Grand Ussu Cisarua. Ini rekomendasi salah satu dari Kami yang pernah makan disana.

Model rumah makan ini seperti rumah makan nasi rames pada umumnya. Ada 3 meja panjang dan beberapa kursi plastik. Untungnya saat Kami datang ruangan dalam keadaan kosong, jadi Kami yang ber-12 orang ini bisa masuk semua. Walaupun di daerah puncak, tetap saja siang hari ini terasa panas. Walaupun begitu Kami tetap lanjut memesan makanan.

Menu disini terbilang beragam, pelayanannya ramah dan cepat. Model pelayanannya self service alias nyendok sendiri di etalasenya. Menu favorit Saya adalah rendang. Satu hal yang kurang disini adalah parkirannya yang kecil. Maklum, lokasinya yang di dalam pemukiman membuat rumah makan ini hanya memanfaatkan lahan di sekitar pemukiman yang padat. Selesai makan, Kami langsung melanjutkan perjalanan ke hotel tempat Kami menginap di daerah Cipanas.

Hint : Tidak bisa untuk parkir mobil.

Lunch : Rp. 300,000., untuk 12 orang.

Kami tiba di hotel pas waktu cek-in. Kami memesan hotel di Zuri Resort and Convention di satu bulan sebelum keberangkatan. Kami memilih hotel ini karena lokasinya yang berada di Cipanas. Memang kebiasaan Kami kalo ke puncak selalu stay di daerah Cipanas biar berasa perjalanannya.

Hint : Book sebulan sebelumnya, karena availability disini sangat fluktuatif.

Room Charge : Rp. 1,299,000., per night / model Villa

Di hotel ini, juga tersedia berbagai arena permainan seperti lapangan futsal, kolam renang, dan arena permainan untuk anak-anak. Makanya disini cocok banget buat keluarga. Ada juga sewa alat bakar jagung. Tapi menurut Kami harganya cukup mahal, yaitu 500 ribu, lebih baik Kami makan di luar aja kalo gitu. Model hotel yang lebih mirip cottage menjadi pilihan yang pas karena privasi lebih terjaga.

Lokasi hotel ini tidak jauh sebelum pasar Cipanas. Jadi kalo Kalian bawa alat masak atau kompor portable, bisa belanja dulu di pasar agar lebih hemat. Gak perlu bawa bahan makanan dari rumah, nanti repot, karena bisa bikin posisi riding gak nyaman. Tapi kalo mau belanja di pasar Cipanas haru dari siang, karena pada malam hari pasar Cipanas sudah tutup. Kalo memang sampainya malam, bisa belanja di toserba di dekat pasar Cipanas, modelnya seperti tip-top di Jakarta.

Hint : Semua area disini bisa digunakan secara gratis, kecuali sewa alat pembakaran.

Setelah selesai menikmati permainan disini, mulai dari futsal dan berenang, saatnya Kami menyiapkan makan malam. Kami membawa kompor gas portable untuk memasak. Bahannya, Kami belanja di toserba di dekat pasar Cipanas.

Belanja disini hanya untuk membeli makanan cemilan untuk mengisi malam saja, seperti nugget, frozen food dan mie rebus. Untuk makan malam Kami membeli pecel ayam yang berada disekitar toserba ini. Belanja disini cukup lengkap dan ekonomis. Pembayaran juga bisa menggunakan debit ataupun kartu kredit. Jangan lupa beli air mineral gelas satu kardus buat persediaan di hotel.

Nikmatnya makan malam bersama-sama, apapun makanannya, yang penting ngumpulnya. Dalam perjalanan ini, semua yang ikut seumuran dan sepupuan. Jadi untuk makan bisa patungan dan gak rewel. tentu treatment akan berbeda ketika Kita pergi dengan keluarga besar, karena persiapan yang proper sangat diperlukan. Malam ini Kami habiskan dengan berbagai permainan yang sudah Kami bawa seperti Uno Stack, Uno Card dan yang pasti kartu gaplek.

Hint : Kegiatan pada malam hari harus diadakan agar liburan tidak gitu-gitu aja. Makanan dan minuman juga perlu disiapkan, gak perlu mahal, yang penting banyak seperti kacang kulit dan cemilan lainnya.

Sampailah Kita di hari terakhir. Setelah semalam suntuk bermain games dan makan-makan, Kami tidur sangat larut, jadinya semua bangun siang. Tetapi Saya dan 3 orang lainnya menyempatkan sarapan di restoran yang memang sudah disediakan untuk 4 orang sebagai fasilitas kamar.

Setelah sarapan, Kami bergantian mandi dna bersiap-siap pulang. Sudah bisa dibayangkan bagaimana nanti macetnya perjalanan pulang. Salah satu kelemahan stay di daerah Cipanas adalah saat perjalanan pulang harus melewati puncak pas yang kadang macet parah, terlebih lagi saat liburan setelah pandemi ini, Tapi untungnya Kami mengendarai motor, jadi seberapa pun macetnya, masih bisa selap-selip.

Demikianlah akhir touring Kami. Semoga bisa menginspirasi teman-teman yang ingin pergi ke puncak mengendaraai sepeda motor. Tapi kalo saran Saya, lebih baik memulai perjalanan pada malam hari, suasana dan dinginnya lebih dapet, kalo siang hari selain panas, kadang juga macet. Tapi itu kembali dari selera teman-teman semua. Intinya, bepergianlah bersama orang-orang terdekat Anda, karena spending time dengan keuarga adalah momen yang istimewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *